Agen Perjalanan Haji dan Umroh Profesional di Jakarta Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Perjalanan Haji dan Umroh Profesional di Jakarta Alhijaz Indowisata didirikan oleh Bapak H. Abdullah Djakfar Muksen pada tahun 2010. Merangkak dari kecil namun pasti, alhijaz berkembang pesat dari mulai penjualan tiket maskapai penerbangan domestik dan luar negeri, tour domestik hingga mengembangkan ke layanan jasa umrah dan haji khusus. Tak hanya itu, pada tahun 2011 Alhijaz kembali membuka divisi baru yaitu provider visa umrah yang bekerja sama dengan muassasah arab saudi. Sebagai komitmen legalitas perusahaan dalam melayani pelanggan dan jamaah secara aman dan profesional, saat ini perusahaan telah mengantongi izin resmi dari pemerintah melalui kementrian pariwisata, lalu izin haji khusus dan umrah dari kementrian agama. Selain itu perusahaan juga tergabung dalam komunitas organisasi travel nasional seperti Asita, komunitas penyelenggara umrah dan haji khusus yaitu HIMPUH dan organisasi internasional yaitu IATA. Agen Perjalanan Haji dan Umroh Profesional di Jakarta

Selama ini tekanan darah tinggi memang sudah diketahui sebagai faktor yang bisa meningkatkan risiko stroke. Namun baru-baru ini peneliti telah menemukan bahwa tekanan darah yang naik sedikit saja sudah bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena stroke.

Hasil ini telah didapatkan peneliti setelah menganalisis data dari 760.000 partisipan yang telah diikuti selama 36 tahun. Mereka telah menemukan bahwa kenaikan tekanan darah yang sedikit, seringkali disebut juga pre-hipertensi, bisa memicu terjadinya stroke. Kenaikan sedikit saja pada tekanan darah bisa meningkatkan risiko stroke hingga 66 persen.

"Analisis ini telah memberikan konfirmasi terhadap bukti-bukti pada banyak penelitian. Penelitian ini telah mengonfirmasi bahwa kenaikan sedikit tekanan darah saja penting dan sangat berimbas pada risiko stroke," ungkap Dr Ralph Sacco dari University of Miami Miller School of Medicine.

Sebelumnya penelitian di Southern Medical University, Guangzhou, juga telah menunjukkan bahwa 20 persen stroke terjadi pada orang yang telah mengalami pre-hipertensi. Hasil ini tetap sama meski peneliti memperhitungkan faktor lain seperti kolesterol tinggi, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Dr John Volpi dari Houston Methodist Hospital di texas telah menyarankan agar orang senantiasa mengontrol tekanan darah mereka. Jangan remehkan tekanan darah yang naik secara perlahan, meski tak sering. Karena itu bisa berimbas pada hal lainnya dan bahkan bisa memicu stroke. Lakukan juga gaya hidup yang sehat dan makan makanan bernutrisi untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

Awas, tekanan darah naik sedikit saja tingkatkan risiko stroke

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »